infoselebb.my.id: Viral Beredar Foto Rekaman CCTV Kasus Vina Cirebon? Iptu Rudiana: Jangan Membuat Kami Lebih Sakit - LAMBE VIRRALL

Viral Beredar Foto Rekaman CCTV Kasus Vina Cirebon? Iptu Rudiana: Jangan Membuat Kami Lebih Sakit

Posting Komentar

Hingga saat ini Polda Jawa Barat berusaha keras untuk mengungkap kebenaran kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina Dewi Arsita (16) pada 27 Agustus 2016.


Selain melakukan prarekontruksi di tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP), Polda Jabar juga telah memanggil ketiga rekan kerja Pegi Setiawan itu yakni Suharsono alias Bondol, Suparman, dan Ibnu.


Mereka akan dimintai keterangannya terkait Pegi Setiawan dalam keterlibatan atau tidak dalam pembunuhan Muhamad Rizky Rudiana dan Vina.


Meski demikian banyak warganet yang meminta agar Polda Jabar memeriksa CCTV yang berada di lokasi kejadian.


Sebab, CCTV tersebut menjadi barang bukti kuat untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dan kronologi penganiayaan Eky dan Vina.


Hal itu disampaikan Fery warga Cirebon dalam Youtube Kang Dedi Mulyadi.


"Ada rekaman CCTV yang bisa mengungkapkan kebenaran kasus ini," ujarnya.


Pemeriksaan CCTV sempat dilakukan oleh ayah Eky, Aiptu Rudiana.


Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) disebutkan bahwa dari kesaksian Andi Safrudin, Rudiana menuju ke perumahan garden mencari cctv tapi tidak bisa dibuka, karena tidak ada operatornya.


Sementara itu, foto-foto yang memperlihatkan rekaman CCTV dalam kasus Vina Cirebon beredar di media sosial.


Akun @yunirahayu119 memperlihatkan foto-foto yang diduga rekaman CCTV kasus Vina Cirebon.


Terlihat di foto tersebut, ada dua orang yang berada di tengah jalan. Selain itu juga terlihat ada sebuah motor parkir di tengah jalan.


Meski demikian foto-foto tersebut belum bisa dipercaya kebenarannya.


Iptu Rudiana Bersuara


Hingga saat ini media massa belum dapat meminta keterangan Iptu Rudiana untuk mengungkapkan kebenaran kasus pembunuhan anaknya.


Iptu Rudiana justru bersuara di media sosial. Dia bersuara di Instagram.


Iptu Rudiana meminta kepada seluruh warga Indonesia agar tidak berasumsi atau membeikan keterangan yang membuatnya dan keluarga lebih sakit.


"Saya mohon masyarakat Indonesia jangan berasumsi atau memberikan statemen yang membuat kami lebih sakit. Kami cukup yang mengalami. Selama 8 tahun saya berupaya sabar. Saya mohon seluruh warga Indonesia mendoakan anak saya dan semua pelakunya terungkap," kata Rudiana sambil menahan tangis.


Iptu Rudiana menyatakan bahwa ia tidak tinggal diam. Ia terus berupaya dan bekerjasama. Buktinya beberapa orang diamankan. Sisanya sedang diperjuangkan untuk dilakukan pengungkapan.


"Saya mohon doa orang-orang yang mengambil nyawa anak saya bisa segera terungkap," ujarnya.


Ragukan Keterangan Saksi Aep


Sejumlah warga di sekitar SMPN 11 Cirebon meragukan keterangan Aep yang menyatakan melihat pada terdakwa melempar motor Eky dengan batu dan terjadi aksi kejar-kejaran.


Hal itu disampaikan Fery.


Fery mengatakan pada tahun 2016 di Jalan Perjuangan tersebut gelap dan sepi. Kemudian warung rokok yang dimaksud Aep membeli rokok jaraknya jauh dari lokasi para terdakwa nongkrong.


"Saya ragu kalau Aep bisa melihat jelas kejadian itu," paparnya.


Meski demikian Fery mengungkapkan bahwa para terdakwa kerap nongkrong di depan SMPN 11 Cirebon.


Sebab, ia setiap malam melewati mereka nongkrong.


"Mereka suka nongkrong, gitaran. Kalau minum-minum suka lihat kadang-kadang. Mereka sih minumnya anggur merah," paparnya.


Hal senada disampaikan Samsuri warga setempat.


Dia mengatakan, ia mengenal sebagai para terdakwa. Diantaranya adalah Hadi, Eko, Saka dan Sudirman.


Mereka itu kuli bangunan bukan gang motor.


"Memang mereka suka nongkrong, namanya juga kuli bangunan. Nongkrong gitaran. Kadang godain cewek lewat. Namanya juga anak muda," paparnya dikutip dari kompasTV. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter