Berikut kesaksian Liga Akbar Cahyana alias Gaga Awod, ungkap pesan BBM ucil, salah satu terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Kesaksian tersebut sempat disampaikan dalam persidangan kasus pembunuhan Vina dan Eki pada tahun 2017 lalu.
Gaga Awod mengungkapkan, dalam pesan BBM, Ucil sepertinya Eki mati.
Menurut Gaga Awod, ia melihat isi pesan BBM itu saat berada di RSUD Gunung Jati pada Minggu, (28/8/2016) malam.
“Mampus Eki Mati” seperti tertulis dalam pesan BBM Ucil diungkapkan pada saksi Lutfiah.
Isi pesan BBM itu tercantum dokumen Putusan Nomor 4/Pid.B/2017/PN.Cbn.
Terkait pesan tersebut, Gaga Awod juga mengaku tidak merespon atau membalasnya.
Namun demikian, Gaga Awod tidak mengetahui lagi kelanjutan isi pesan BBM Ucil.
Ia mengaku tidak pernah bertemu lagi dengan Lutfiah setelah malam itu.
Kolase foto lawas Vina Cirebon. (HO TribunBengkulu.com/Istimewa)
Gaga Awod Saksi Penting
Di berkas putusan PN Cirebon itu, sosok Liga Akbar alias Gaga itu merupakan saksi penting dan krusial
Disebutkan dalam dokumen bahwa sosok Gaga yang mengirim SMS kepada Eki untuk bertemu di Taman Kota Cirebon pada 27 Agustus 2016.
Masih dalam dakwaan disebutkan bahwa saat sebelum dikejar pelaku, Eky dan Vina bersama Liga Akbar Cahyana alias Gaga Awod.
Gaga dalam kesaksiannya mengatakan bahwa ia bertemu Eky yang bersama Vina sekitar pukul 20:15 WIB. Ketiganya lalu berbincang-bincang di Taman Kota Alun-alun Cirebon.
Pengacara Pegi Setiawan, Toni RM mengatakan Gaga Awod mengenali Ucil.
"Ada satu yang valid yang dikenali Liga Akbar, yaitu Rifaldi Aditya," kata Toni, dilansir dari Tribunnewsbogor.com.
Kesaksian Gaga Awod, menurut Toni turut menambah keyakinan ayah Eky, Rudiana.
"Liga Akbar mengenal salah satu pelaku, sehingga dari salah satu pelaku dikembangkanlah jadi 11 pelaku," kata Toni.
Gaga mengenal Ucil lewat BlackBerry Messenger alias BBM. Menurut Gaga, Ucil dulunya sempat menjadi anggota XTC. Menariknya, Gaga mengaku bukan anggota XTC. Ia mengatakan sempat diajak Eky untuk berkumpul dengan anggota XTC.
Ternyata bukan hanya Gaga Awod yang mengenal, Linda juga.
"Satu kenal yang sudah di dalam, sudah divonis, si Rifaldi itu, Ucil," kata Linda.
Linda tak asal mengenal wajah dan nama.
Rupanya Ucil adalah kakak kelas dan tetangga rumah Linda.
"Kakak kelas SD, tetangga di rumah," katanya.
Namun begitu Linda tak mengetahui detail soal pribadi Ucil.
"Gak tahu (anggota geng motor) karena gak sedeket itu. Gak pernah ngobrol, dia juga jarang di rumah. Ketemu terakhir waktu SD. Waktu SD sih baik orangnya, karena masih anak-anak sih," kata Linda.
Sedangkan pihak Ucil berkukuh tak terlibat kasus Vina Cirebon.
Pengacara, Jogi Nainggolan mengatakan Ucil sudah ditahan sehari sebelum pelaku kasus Vina ditangkap atas kasus kepemilkan senjata tajam berupa samurai.
"Sebenarnya terjerat kasus undang-undang darurat tentang senjata tajam, tapi dia kemudian digeser menjadi salah satu terdakwa dalam kasus Vina," kata Jogi.
Linda Ngaku Diancam Ucil
Andi Malinda Putri Utami atau Linda, membongkar tindakan ancaman dari Rifaldy Alias Ucil, salah satu terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon yang masih berada di penjara.
Dirinya mengungkapkan jika salah satu terpidana kasus pembunuhan Vina bernama Rifaldy masih sempat menggunakan handphone untuk membuat status ancaman meski berada di dalam penjara.
Linda berani menujukkan bukti status Rifaldy alias Ucil itu berisi ancaman akan membakar rumah saksi yang melaporkannya.
"Pelaku ada yang didalem penjara ada pegang HP, pelaku sudah di dalem sudah di LP masih pegang HP, coba tanyakan ke pihak ke polisi," kata Linda, dilansir dari Youtube Kang Dedi Mulyadi, Selasa (28/5/2024).
"(Bukan mengancam) pelaku nulis status gitu 'siapa yang buat kita masuk ke dalam sini, bakalan kita bakar rumahnya, itu tu statusnya Rifaldy,"
Selain itu, Linda juga menyebutkan terpidana Rifaldy sejak awal sudah mengincar saksi AEP.
Pasalnya, saksi AEP dianggap telah membuatnya dan ketujuh terpidana lainnya mendekam di penjara.
"Begitu juga menyalahkan saksi AEP, disini ada nama AEP itu sudah lama dibawa," terangnya.
"Rifaldy ngechat temannya, kamu gak usah urusin dulu yang lain', urusin dulu itu si AEP membuat berat persidangan,"
"Karena ini kan salah satu ancaman untuk aku juga kan," kata Linda kepada Dedi Mulyadi.
Linda sendiri mengalami pengalaman pahit sejak rekaman suara dirinya kerasukan arwah Vina viral di depan publik.
Ia mengaku kerap menerima ancaman hingga bully sejak 2016.
"Lagi 2016 aja begitu kejadian dan suara saya viral saya sudah mendapat ancaman," ungkap Linda dengan tegas.
Padahal saat itu, keluarga Vina mengatakan suaranya hanya untuk sebagai bukti ke penyidikan.
"Itu direkam kakak Vina, ngomongnya itu untuk ke penyidik," terangnya.
"Katanya kakak Vina ngasih ke tetangganya yang youtuber akhirnya viral, gatau siapa, dari situ mulai ada ancaman dari facebook, BBM, dan ada yang datang ke rumah," paparnya.
Linda sendiri sudah menegaskan bahwa dirinya memang sangat sensitif hingga kerap kerasukan jauh sebelum insiden pembunuhan Vina Cirebon.
Seperti diketahui, dari mulut Linda jugalah keluarga Vina mengetahui kronologi almarhum tewas karena dibunuh bukan karena kecelakaan.
Meski demikian, Linda membantah disebut sebagai sahabat dekat Vina dan menjadi saksi mata kasus pembunuhan Vina.
Linda menegaskan keluarga Vina bahkan tidak izin terkait rekaman suara kesurupannya diviralkan hingga dimasukan dalam film Vina: Sebelum 7 Hari.
"Diizinkan suaranya dipakai?" tanya Dedi Mulyadi.
"Enggak orang gak ketemu aku, akhirnya yang mengizinkan keluarganya Vina," kata Linda.
Foto Linda kesurupan dan kakak kandung Vina Cirebon Marliyana. Kepada Dedi Mulyadi, Linda mengatakan Marliyana banyak berbohong. (TribunBengkulu.com/Instagram)
Linda Sebut Kakak Vina Berbohong
Linda membantah pernyataan kakak kandung Vina Cirebon, Marliyana yang disebutnya banyak berbohong.
Linda bahkan mengungkap hal tak terduga kepada Dedi Mulyadi.
Linda menegaskan dua hal kepada Dedi Mulyadi soal kasus Vina Cirebon.
Linda mengatakan kalau dirinya dan Vina hanya sebatas teman di geng motor XTC.
Linda dan Vina tidak bersahabat dekat seperti yang diceritakan dalam film Vina: Sebelum 7 Hari.
Bahkan Linda juga menegaskan kalau dirinya tidak pernah main ke rumah Vina.
Hal itu sekaligus membantah pernyataan Marliyana.
Marliyana pernah menyatakan bahwa Linda sering main ke rumahnya.
Kepada Dedi Mulyadi, Linda menceritakan kalau dirinya kenal dengan Vina melalui geng motor XTC.
"Pada saat itu aku pacaran sama anak XTC. Pacar aku itu ada jabatan penting lah di XTC, Sekretaris XTC Kota Cirebon," kata Linda dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (28/5/2024).
Menurut Linda, almarhum Eky benar merupakan anggota geng motor XTC.
"Kalau Vina gak tahu anggota atau bukan, tapi dia sering nongkrong sama anak XTC," jelas Linda lagi.
Menurut Linda, dirinya mengenal Vina hanya sekitar satu tahunan.
"Kenal 1 tahun sampe Vina meninggal, ketemu 3-4 kali. Curhatnya tentang pacar aja, almarhum Eky, curhatnya gak ke aku aja," kata dia.
Bahkan menurut Linda, pertemanannya dengan Vina tidak sedekat yang diceritakan di film. (*)



Posting Komentar
Posting Komentar