infoselebb.my.id: Gelagat Aneh Vina Cirebon Sebelum Tewas Dianiaya Dikuak Saksi Kunci, Melmel: Ada Saka Tatal di TKP - LAMBE VIRRALL

Gelagat Aneh Vina Cirebon Sebelum Tewas Dianiaya Dikuak Saksi Kunci, Melmel: Ada Saka Tatal di TKP

Posting Komentar

Terungkap gelagat aneh Vina Dewi alias Vina Cirebon sesaat sebelum dianiaya hingga tewas bersama sang pacar, Muhammad Rizky alias Eki pada 27 Agustus 2016 silam. 


Gelagat aneh Vina Cirebon itu diungkap Melmel, teman dekat Eki saat muncul di acara Dua Sisi TVOne, pada Rabu (29/5/2024).    


Dikatakan Melmel, sore sebelum kejadian dia ditelpon Eki diajak acara malam mingguan. 


Eki mengaku ada masalah dengan Egi, namun di sini Melmel tidak menjelaskan sosok Egi apakah Pegi Setiawan yang kini ditahan atau sosok lain. 


Akhirnya mereka bertemu di tempat biasa nongkrong sekira pukul 20.00 WIB. 


Saat itu Eki mengajak Vina, dan Mel-mel membonceng Linda, teman Vina yang diajak serta. 


"Kami mampir di warung. Beli minum. Habis beli minun, si Vina rencana mau ikut saya," kat Melmel. 


Melmel melihat saat itu gelagat Vina seperti orang gelisah, namun dia tidak menceritakan apa yang membuatnya gelisah. 


Tidak lama kemudian, lewat tiga motor meneriaki Eki. 


Saat itu Eki mengatakan ke Melmel bahwa pengendara motor itu teman-temannya Egi. 


Sekira pukul 23.00, Vina yang tampak gelisah dari awal mengajak pulang. 


"Lin, kita pulang yuk soalnya sudah malam juga," ajak Vina kepada Linda saat itu. 


Sebelum mereka pulang, Melmel pamit untuk ke pom bensin, dan saat itu Eki bersama Vina berjalan melewatinya. 


Saat itu Melmel tidak langsung pulang ke rumah, tapi mampir di depan SMP 11. 


Di depan sebuah warung, Melmel mengajak pemiliknya untuk melihat keramaian yang ada di gang depan SMP. Namun sang pemilik warung tidak berani. 


Akhirnya Melmel berjalan sendiri sambil mengendap-endap. 


"Di belakang gudang sudah ramai. Ada sekitar 10 lebih. Pertama dipukul Eki," terang Melmel. 


Melmel sempat ingin maju, namun karena takut dia urungkan. Apalagi saat itu dia sendirian dan kondisi sepi. 


"Setelah eki dipuku, sudah gak bergerak. Baru Vina disiksa, ada kalau satu jam-an," ungkap Melmel. 


Pikiran Mel-nel saat itu sudah tidak karuan sehingga ketika gerombolan ini selesai menganiaya Eki dan Vina, dia langsung lari.


Gerombolan pertama yang keluar belum membawa tubuh Vina dan Eki. 


Baru kemudian seorang pemotor membawa tubuh Vina dan Eki dibonceng bertiga. 


"Vina ditaruh di tengah, sambil ditutup mukanya sama jaket. Sudah tidak ada pergerakan," akunya. 


Setelah itu Melmel mengambil motor dan mengikuti mereka. 


Saat itu tubuh Vina dan Eki ditaruh di atas jembatan. 


Saat ditanya apakah Melmel melihat tubuh pelaku? dia mengaku melihat sebagian. 


Pelaku ada dari delapan orang yang sudah menjadi terpidana, termasuk Saka Tatal yang kini sudah bebas ada diantara pelaku.   


"Bisa saya mempertanggungjawabkan. Ada Saka Tatal, Ucok," tegasnya. 


Setelah tubuh Eki dan Vina ditaruh di jalan, gerombolan ini tidak langsung pergi. 


"Kayak seperti dibagi-bagi tugasnya," tukas Melmel. 


Keterangan Aep Diragukan Eks Kabareskrim 


Eks Kabareskrim Susno Duadji meragukan keterangan Aep dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon. (kolase TVOne/Kompas TV)


Sebelum kemunculan Melmel, ada sosok lain yang mengaku melihat kejadian. 


Dia adalah Aep, pekerja di bengkel cuci steam mobil, tak jauh dari lokasi Vina Cirebon ditemukan tewas. 


Aep mengaku berada di warung dekat lokasi kejadian, tepatnya di bilangan Jalan Perjuangan, Desa Saladara, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.


Aep mengaku kala itu melihat Vina dan Eki dilempari batu, oleh segerombolan pemuda yang kini sudah menjadi terpidana.


Sekilas, Aep mengenal wajah-wajah pelaku yang melakukan penyerangan termasuk Pegi Setiawan alias Perong buronan yang baru diringkus.


"Saya tahu itu si Pegi sering kumpul sama anak-anak situ, sering nongkrong," jelas dia.


Aep tidak mengenal Pegi secara personal, dia hanya tahu wajahnya karena sering nongkrong di dekat bengkel cuci steam.


Untuk latar belakang serta pekerjaannya, Aep tidak tahu sama sekali bahkan namanya pun baru tahu setelah kasus bergulir.


"Tahunya pas lagi nongkrong-nongkrong saja, memang setiap sore kalo gak sore malam nongkrong di situ," tegas dia.


Aep juga mengonfirmasi bahwa Pegi berada di lokasi saat penyerangan Vina dan Eki.


"Waktu penangkapan saudara Pegi itu gak ada, tapi pas waktu kejadian itu, ada," jelas Aep.


Benarkah pengakuan Aeb? 


Mantan Kabareskrim Susno Duadji ternyata meragukan keterangan Aep. 


Saat menjadi narasumber di TV One pada Rabu (29/5/2024), Susno Duadji menilai pengakuan Aep sangat lemah.


Ditambah 5 dari 6 terpidana kasus Vina berbeda dari Aep, meereka menyebut Pegi Setiawan tak terlibat.


"Saya menilai tidak kuat, saksi yang terhukum sudah menarik keterangannya," ucap Susno Duadji.


"Ada saksi baru, tapi Aep ini sangat lemah, ia menceritakan kejadian 8 tahun lalu, dari jarak 100 meter tengah malam,"


"Kebenarannya mungkin tinggal 10 persen,"


"Kalaupun benar, mungkin cuma dia sendiri,"


"Lemah satu saksi itu," imbuhnya.


Susno Duadji menilai kesaksian Aep bisa menjadi kuat jika didukung dengan data dari scientific crime investigation.


"Kecuali apa yang dikatakan berupa scientific crime investigation, mendapatkan bukti pertunjuk berupa DNA, sidik jari, CCTV, rekamanan pembicaraan di telepon. Baru yang ngomong itu bukan satu saksi, tapi benda-benda itu. Baru yes, itu kuat," ucap Susno Duadji.


Menurut Susno, seandainya penetapan Pegi sebagai tersangka hanya mengejar waktu 24 jam, hingga akhirnya semacam dipaksakan, hal ini akan menjadi masalah. 


Dan ini bisa dilakukan upaya praperadilan.  


"Mudah-mudahan hakim praperadilan obyektif. 


Mudah-mudahan hakim praperadilan tidak terpengaruh, betul-betul memandang dan menilai ini," kata Susno. 


Hakim harus menilai penetapan Pegi sebagai tersangka ini harus disertai bukti-bukti pendukung yang kuat, seperti sidik jari atau hasil laboratoratoriym, sehingga memenuhi syarat secara hukum.  


"Tapi kalau itu tidak terpenuhi hanya berdasarkan saksi Aep dan saksi-saksi yang diperiksa ulang yang tadinya mencabut keterangannya dan diperiksa ulang, ini sangat lemah," katanya.  (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter