infoselebb.my.id: Viral Sosok Tertuduh Selain Egi Ripra di Kasus Vina Cirebon, Cucu Eks Kapolri, Netizen Tak Percaya - LAMBE VIRRALL

Viral Sosok Tertuduh Selain Egi Ripra di Kasus Vina Cirebon, Cucu Eks Kapolri, Netizen Tak Percaya

Posting Komentar

Sosok tertuduh selain Egi Ripra viral di media sosial baru-baru ini.


Sosok yang dituding ini disebut bernama Alif Bachtiar.


Dalam unggahan yang beredar terlihat bahwa terkait Alif Bachtiar ini terdapat beberapa foto.


Diantaranya ada foto sejumlah anggota Polisi bahkan sosok yang bergeraj jenderal.


Dalam narasi yang beredar ini disebutkan bahwa Alif Bachtiar bukanlah orang sembarangan.


Dia disebut merupakan cucu eks Kapolri Dai Bachtiar yang menjabat pada periode 2001-2005.


Ayah dari Alif Bachtiar ini juga disebut sebagai mantan Kapolres Cirebon.


Sehingga dalam narasi ini disebutkan bahwa Alif Bachtiar mmerupakan pelaku sebenarnya alias Pegi Perong.


Sosok tertuduh selain Egi Ripra viral di media sosial baru-baru ini. Dia disebut-sebut cucu eks kapolri.


Karena ada bantahan dari sesama netizen, muncul lagi berita yang beredar bahwa pelakunya anak dari Nina Agustina (anak pertama Da’i Bachtiar).


Nina Agustina sendiri diketahui sekarang ini menjabat sebagai Bupati Indramayu sejak tahun 2022.


Adapun putranya yakni Andika di tahun 2016 masih sekolah kelas 2 SMA di Jakarta.


Kemudian lulus dan masuk Akpol pada tahun 2022.


“Andika sama sekali tidak pernah tinggal di Kota Cirebon,” tulis keterangan dalam flayer tersebut.


Diketahui kasus pembunuhan Eky dan Vina ini menjadi perhatian publik, apalagi setelah dibuat film layar lebar.


Hal ini yang membuat netizen banyak berasumsi dan meruntut ke belakang hingga mengarah kepada Brigjen Pol Adi Vivid Agustadi yang saat ini menjabat sebagai Wakapolda DIY.


Apalagi Adi Vivid sendiri merupakan polisi yang berprestasi, selain karena anak mantan Kapolri, Adi Vivid merupakan salah seorang Pati Polri termuda di angkatannya. Ia juga pernah menjabat sebagai ajudan Presiden RI Joko Widodo.


Sehingga semakin menarik untuk diberitakan apalagi dengan bumbu-bumbu dan tambahan-tambahan keterangan yang tidak benar.


“Karena pemberitaan kasus tersebut sudah tidak sesuai dengan kenyataan dan cenderung menyudutkan atau mendiskreditkan nama baik seseorang, maka ada baiknya saya meluruskan berita-berita di medsos yang keliru tersebut. Tidak ada maksud lain, terima kasih,” tulis Da’i Bachtiar. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter