Seseorang yang mengaku bernama Melmel bersama Vina Cirebon dan pacarnya, Eki saat peristiwa pembunuhan Sabtu 27 Agustus 2016 malam.
Dia mengaku berteman dengan Eki.
Malam itu, Melmel membonceng Linda serta Eki dengan Vina Cirebon.
Melmel mengatakan melihat langsung Vina Cirebon dan Eki disiksa kawanan remaja di gang bakti depan SMPN 11 Cirebon.
Kemudian, tubuh Vina Cirebon dan Eki dibawa ke dengan menumpang motor ke jalan di flyover Talun, Cirebon.
Di sana, pasangan ini tergeletak di jalan, seolah-olah mereka adalah korban kecelakaan.
Beberapa saat kemudian, ramai warga berkerumun melihat Vina dan Eki terkapar bersimbah darah.
Saat ini, foto kedua korban beredar di media sosial.
Tampak posisi Vina dan Eki berdekatan.
Bagian dada Vina Cirebon ditutupi baju berwarna hitam.
Tubuh Vina Cirebon dan Eki tergeletak di jalan dengan kondisi bersimbah darah, Sabtu (27/8/2016). (Kolase Tribunnews
Sementara, seorang saksi lain bernama Reno Sukriano mengungkapkan hal yang berbeda dari Melmel.
Reno adalah Sekjen XTC Cirebon 2016.
Bahkan Reno Sukriano mengungkap isi chat terakhir Eki kepada anggota geng motor XTC.
Isi chat terakhir Eki kepada anggota motor XTC, menjadi petunjuk kronologi pembunuhan Vina dan Eki.
Hal ini diungkapkan Reno dalam tayangan kanal Youtube Diskursus Net, Selasa (4/6/2024).
Reno menceritakan kronologi sebelum Eki dan Vina Cirebon tewas.
Geng motornya pada malam kejadian akan melakukan rapat internal di Cipaniis, Kuningan, Jawa Barat.
Menurut sumber yang diterima Reno, saat itu Eki meminta ikut pada agenda rapat tersebut.
Lalu, mereka janjian di suatu tempat pukul 20.00 WIB sebelum bersama-sama ke lokasi rapat di Cipaniis.
Reno mengatakan salah satu tokoh geng motor XTC 04 Sumbar sempat mencoba mengubungi Eki.
Dalam chat tersebut teman Eki menanyakan keberadaan korban.
"Jam 20.30 WIB salah satu tokoh di 04 ini akhirnya coba menghubungi Eki,” ungkap Reno Sukriano.
Reno mengatakan saat itu Eki masih menjawab pesan temannya tersebut.
Berikut isi chat Eky dan temannya:
“lu di mana? udah sampai mana?” tanya teman Eki anggota geng motor XTC.
“Baru nyampe GSP,” jawab Eki dalam chat.
Reno mengungkap chat terakhir Eki tersebut dikirim sekira pukul Jam 20.00 atau 19.30 WIB.
Diketahui GSP tersebut merupakan kawasan di Kota Cirebon, Jalan Majasem.
Menurut Reno, awalnya rombongan masih menunggu Eki, namun karena lama akhirnya berangkat duluan.
Sekira dua jam setelah chat tersebut, salah satu anggota geng motor XTC justru mendapat kabar dari orangtuanya.
Teman Eki tersebut mendapati kabar ada anggota XTC tergeletak di jembatan.
Mendapati kabar itu, kata Reno, teman-teman Eki XTC 04 Sumbar langsung menuju ke TKP di flyover Talun.
Saat tiba di TKP, kondisi Eki diketahui sudah tewas dan dibawa ambulans.
Reno mengungkap teman-temannya sempat melihat kondisi Eki di rumah sakit.
Ia mengungkap kondisi Eki yang mengalami luka lebam di wajah hingga bahu patah.
"Eki memang sudah posisi muka lebam-lebam gak karuan, gak layak, bahu gak tahu patah atau seperti apa, parah banget," ungkap Reno.
Setelah kejadian itu, mereka mendapatkan kabar bahwa Eki mengalami kecelakaan di flyover Talun tersebut.
Namun, kata Reno anggota XTC pun sempat curiga Eki diserang.
"Sempet berpikir 'mungkin ada yang nyerang', tapi akhirnya polisi bilang ini kecelakaan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Reno mengatakan teman-teman Eki tidak mengetahui kejadian yang sesungguhnya.
Mereka hanya mengetahui kondisi Eki lewat chat terakhirnya tersebut.
"Hanya satu sampai dua jam sebelum kejadian mereka kontak-kontakan sama Eki, karena Eki sama Vina biasanya," ujar Reno.
Reno juga mengungkap ada anggota XTC 04 Sumbar yang sempat bertemu dengan Eki dan Vina sebelum kejadian.
"Hari Sabtu sore sempet ketemu di kota Eki sama Vina ini," jelasnya.
Kesaksian Gaga Awod
Keterangan Sekjen XTC Cirebon 2016 Reno Sukriano itu berkesinambungan dengan keterangan teman Eki, Gaga Awod.
Selain bukti di KTP, kesaksian teman dari Eki ini menguatkan bahwa tewasnya Vina dan Eky diduga bukan kecelakaan.
Sebelum Eki dan Vina dianiaya geng motor, keduanya sempat mengendarai motor bersama salah satu temannya bernama Liga Akbar Cahyana alias Gaga Awod.
Dalam fakta persidangan Gaga Awod mengaku pada malam kejadian dirinya sempat bertemu Eki dan Vina di Taman Kota Cirebon atau Taman Sumber, Sabtu (27/8/2024).
Saat itu ia mengaku mengobrol dengan kedua korban sekira 30 menit.
Saat berpamitan, ia diminta untuk mengantar pulang Vina dan Eky di Arumsari, Kecamatan Talun, Kota Cirebon.
Namun, di pertengahan jalan saat melewati jalan Perjuangan Majasem mereka melintasi anak-anak muda yang sedang mengbrol.
Menurut keterangan Gaga Awod, sekelompok anak muda itu melempari dirinya dan Eki yang memboncengi Vina.
"Pada saat melewati Jalan Perjuangan Majasem sekitar jam 21.15 WIB ada beberapa orang anak muda sedang mengobrol.
Dan melempari saya dan Eki menggunakan batu sambil mengatakan teriakan (woy woy).
Lalu saya dan Eki dan Vina kabur karena dikejar oleh beberapa orang anak muda menggunakan motor,” ungkap Gaga Awod dalam berkas persidangan dikutip dari Tribun Bogor.
Dari keterangan Reno dan Gaga Awod ada perbedaan.
Menurut Reno, Eki sempat berkabar akan mengikuti agenda rapat internal di Kuningan.
Dalam chat terakhir Eki juga tak menyinggung dirinya sedang bersama kekasihnya Vina.
Sementara di malam kejadian, menurut keterangan Gaga, Eki hendak akan mengantarkan Vina pulang. (*)


Posting Komentar
Posting Komentar