Cirebon - Terbongkar, pacar Vina Cirebon, Eky, ternyata sempat mengirimkan pesan singkat kepada temannya 2 jam sebelum ditemukan tewas dibunuh.
Diketahui, Vina adalah gadis 16 tahun asal Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, yang tewas bersama kekasihnya, Eky, di Jalan Raya Talu, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu 27 Agustus 2016. Keduanya menjadi korban penganiayaan geng motor.
Adapun pesan singkat atau chat yang dikirimkan pacar Vina Cirebon tersebut ditujukan kepada anggota geng motor XTC.
Saat itu Eky mengabarkan posisinya berada di dekat TKP pembunuhan.
Fakta ini baru diungkap oleh Sekjen XTC Cirebon Kota tahun 2016, Reno Sukriano.
Reno Sukriano menuturkan bahwa pada tanggal 27 Agustus 2016 malam itu geng motor XTC 04 Sumbar akan melakukan rapat internal di Cipaniis, Kuningan, Jawa Barat.
Diketahui Eky ini tergabung dalam klan XTC 04 Sumbar tersebut.
Berdasarkan sumber yang diterima Reno, pada saat itu Eky meminta untuk ikut pada agenda tersebut.
Kemudian mereka janjian di suatu tempat pukul 20.00 WIB, sebelum berbarengan ke lokasi rapat di Cipaniis
"Jam 20.30 WIB salah satu tokoh di 04 ini akhirnya coba menghubungi Eky, 'lu di mana? udah sampai mana?' Jam 20.00 atau 19.30 WIB pastinya saya kurang tahu," kata Reno dikutip dari Youtube Diskursus Net, Selasa (4/6/2024).
Reno mengatakan, menurut keterangan anggota XTC 04 Sumbar, Eky masih menjawab besan tersebut.
"Eky masih sempat jawab jam 20.00 WIB, 'baru nyampe GSP' kawasan di Kota Cirebon, Jalan Majasem," jelasnya.
Awalnya rombongan itu masih mencoba menunggu Eky, namun karena lama akhirnya mereka berangkat duluan.
Kemudian sekitar dua jam setelah mendapat pesan dari Eky, salah satu anggota XTC mendapat kabar dari orangtuanya.
"Bilang katanya 'itu ada anak XTC tergeletak di jembatan'," ungkap Reno Sukriano lagi.
Teman-teman Eky di XTC 04 Sumbar itu kemudian langsung menuju ke TKP flyover Talun.
"Kalau nggak salah posisinya sudah dibawa ambulans. Akhirnya mereka ke rumah sakit untuk konfirmasi," jelasnya lagi.
Anggota XTC 04 Sumbar itu juga sempat melihat kondisi Eky di rumah sakit.
"Eky memang sudah posisi muka lebam-lebam gak karuan, gak layak, bahu gak tahu patah atau seperti apa, parah banget," kata Reno.
Setelah menunggu hingga beberapa saat, para anggota XTC 04 Sumbar itu pun akhirnya memutuskan untuk pulang.
Mereka kemudian mengabarkan bahwa ada salah satu anggota XTC 04 kecelakaan di jalan layang.
"Sempet berpikir 'mungkin ada yang nyerang', tapi akhirnya polisi bilang ini kecelakaan," tutur dia.
Menurut Reno, saat itu teman-teman Eky juga tidak mengetahui kejadian yang sesungguhnya, Mereka gak tahu apa yang terjadi sesungguhnya, apakah pembunuhan atau kecelakaan.
"Hanya satu sampai dua jam sebelum kejadian mereka kontak-kontakan sama Eky, karena Eky sama Vina biasanya," ungkap Reno lagi.
Bahkan menurut Reno, ada anggota XTC 04 Sumbar yang sempat bertemu dengan Eky dan Vina sebelum kejadian.
"Hari Sabtu sore sempet ketemu di kota Eky sama Vina ini," jelasnya.
Gaga Awod Bilang Mau Antar Vina Pulang
Rupanya keterangan baru ini berbeda dengan kesaksian teman Eky, Liga Akbar Cahyana alias Gaga Awod.
Dalam BAP-nya, Gaga Awod mengatakan kalau malam itu mereka akan mengantar Vina pulang.
Gaga Awod tidak mengatakan bahwa Eky dan Vina akan pergi ke Cipaniis bersama dengan anggota XTC 04 Sumbar.
"Pada saat di perjalanan mengantar pulang saya sendirian menggunakan motor Yamaha Mio warna hitam, knalpot Racing. Eky yang menggunakan helm KYT roket warna mereah putih berboncengan dengan Vina menggunakan motor Yama Xeon warna kuning hijau tosca yang mana pada saat itu Vina menggunakan jaket bertuliskan XTC," kata Gaga Awod dalam BAP.
Namun keterangan Gaga Awod berikutnya sama dengan penjelasan dari Reno.
Di mana Eky dan Vina pada malam itu melintas di Jalan Majasem.
Menurut Reno, Eky mengabari temannya sudah ada di kawasan GSP, Jalan Majasem.
Gaga Awod juga mengatakan kalau dirinya bersama Eky dan Vina dilempari batu oleh sekelompok anak muda di Jalan Majasem.
"Pada saat melewati Jalan Perjuangan Majasem sekitar jam 21.15 WIB ada beberapa orang anak muda sedang mengobrol dan melempari saya dan Eky menggunakan batu sambil mengatakan teriakan (woy woy) lalu saya dan Eky dan Vina kabur karena dikejar oleh beberapa orang anak muda menggunakan motor."
"Lalu saya kabur ke gang sebelah sekolahan MAN, dan Eky dan Vina kabur terus dan dikejar oleh gerombolan anak muda tersebut dan saya tidak tahu lagi setelah itu," tulis BAP Gaga Awod.
Mantan Ketua RT Menghilang
Di sisi lain, mantan Ketua RT 02 di lokasi alias tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Vina Cirebon dan Eki, mendadak hilang dan hingga kini tak diketahui keberadaannya.
Padahal, kesaksian dari eks Ketua RT tersebut sangat dinanti lantaran bisa memperjelas kasus kematian dua sejoli yang terjadi 8 tahun silam.
Diketahui, Vina adalah gadis 16 tahun asal Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, yang tewas bersama kekasihnya, Eky, di Jalan Raya Talu, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu 27 Agustus 2016. Keduanya menjadi korban penganiayaan geng motor.
Seperti diketahui, kepergian mantan Ketua RT dari lingkungan tersebut karena diusir warga.
Pengusiran itu lantaran warga merasa kesal dengan mantan Ketua RT yang enggan memberikan kesaksian dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Hal itu diungkapkan Sadikun, paman seorang pelaku, Saka Tatal, yang kini telah bebas dari penjara.
"Dia enggak ngasih keterangan atau apa. Makanya warga sini ngusir Pak RT-nya tuh."
"(Dia) enggak punya tanggung jawab," kata Sadikun kepada Dedi Mulyadi dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel yang tayang Senin (3/6/2024).
Sadikun menyebut, mantan Ketua RT yang pada masa itu menjabat, seolah tak mau tahu dengan nasib warganya yang ditangkap dalam kasus pembunuhan Vina.
Mengutip TribunnewsBogor.com, padahal, lanjut Sadikun, anak mantan Ketua RT bernama Kahfi juga turut ditangkap oleh polisi karena bersama para pelaku di hari kematian Vina. Namun, Kahfi dibebaskan.
"Kalau ananya (Pak RT) dilepasin, karena dia (anak Pak RT) enggak ngasih keterangan apapun" ungkap Sadikun.
Sadikun menyakini, pada malam kejadian, Saka Tatal menginap di rumah kosong milik Mantan Ketua RT, bersama sejumlah terpidana lainnya.
Namun, kata polisi, mereka menginap di malam Senin.
Pernyataan Sadikun ini juga diperkuat Kuasa hukum dari lima tersangka, Jogi Nainggolan.
Jogi menyebut Kahfi ikut nongkrong di sebuah warung bersama para terpidana di malam sebelum Vina dan Eky terbunuh.
"Anaknya Pak RT, Kahfi, ada di dalamnya," ujar Jogi Nainggolan mengutip TribunJakarta.com.
Dijelaskan Nainggolan, setelah para pelaku kumpul di Warung, mereka lalu bergeser ke rumah kosong milik mantan Ketua RT, termasuk Kahfi.
Setelah itu, tiga hari berselang pascapembunuhan Vina dan Eky, mereka semua ditangkap oleh aparat kepolisian.
Yang membuatnya heran, hanya Kahfi yang dilepaskan oleh polisi.
"Kemudian Pak RT-nya dateng ke kepolisian bilang bahwa anak saya ada di rumah kira-kira begitu, ngotot lah (Basren)."
"Sehingga kepolisian mengeluarkan dia (Kahfi) tetapi yang lain tidak dikeluarkan."
"Padahal malam itu (jelas) sama-sama di rumah Pak RT," kata Nainggolan.
Kesaksian Sadikun dan Jogi juga dikuatkan oleh Sauri, penjual nasi sekaligus warga sekitar TKP.
Sauri menjelaskan, pada saat penangkapan para terpidana, Kahfi tak langsung ditangkap oleh polisi.
Kala itu, Kahfi diminta untuk menunggui motor-motor para terpidana.
"Suruh nungguin motor, abis itu motornya juga diangkut (Polisi)."
"Anak pak RT juga dibawa, tapi malemnya (Kahfi) sudah pulang," ujar Sauri.
Kahfi, kata Sauri, sebenarnya sering bergaul dengan beberapa terpidana.
( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TribunnewsBogor.com )

Posting Komentar
Posting Komentar