Mantan terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky, Saka Tatal diperiksa penyidik Polda Jabar, Selasa (4/6/2024).
Saka Tatal kembali diperiksa terkait kasus Vina Cirebon sampai 5 jam lamanya.
Usai diperiksa, Saka Tatal keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Jabar dengan diam seribu bahasa.
Padahal sebelumnya, Saka Tatal sempat berkoar-koar mengatakan bahwa dirinya adalah korban salah tangkap.
Selain itu, Saka Tatal juga membongkar ciri-ciri DPO Pegi Setiawan yang ia sebut berbeda dengan yang saat ini ditangkap oleh pihak kepolisian.
Saka Tatal mengaku didatangi polisi terkait tiga terduga pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Namun menurut Saka, dari foto yang ditunjukkan kepolisian, tak ada wajah Pegi Setiawan yang saat ini ditetapkan menjadi tersangka.
Pengakuan ini disampaikan Saka di salah satu kafe pada Sabtu (1/6/2024) malam.
Menurutnya, foto Pegi yang ditunjukkan berbeda dengan Pegi yang ditangkap.
Ciri-ciri Pegi yang ada di foto disebutnya berkulit bersih dan rambutnya ikal.
Terbaru, usai diperiksa penyidik Polda Jabar, Selasa (4/6/2024), Saka Tatal nampak berubah.
Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun setelah selesai memenuhi pemanggilan Polda Jabar untuk pemeriksaan kasus Vina.
Dia juga memasang ekspresi wajah datar di hadapan awak media yang sudah menunggu.
Terkait apa yang terjadi di dalam Gedung Ditreskrimum Polda Jabar kemudian dijelaskan oleh kuasa hukumnya.
Krisna Murti, salah satu kuasa hukum Saka Tatal, mengatakan kliennya itu dicecar hingga 16 pertanyaan oleh penyidik.
Isi pertanyaan yang diajukan itu, kata dia, seputar pengadilan yang pernah dijalani Saka Tatal terkait kasus Vina Cirebon itu.
"Masih seputar kasus terdahulu," ujar Krisna Murti, Selasa (4/6/2024).
Dia menjelaskan bahwa pertanyaan penyidik yang diajukan penyidik berkaitan dengan putusan pengadilan.
Karena ada anggapan bahwa Saka Tatal mengenal Pegi.
"Lebih banyak pada putusan pengadilan, jadi ada yang dianggap bahwa Saka Tatal mengenal Pegi dari putusan pengadilan," ujar Krisna,
Dia menjelaskan padahal dulu Saka pernah membantah bahwa dirinya mengenal Pegi alias Perong.
Namun entah kenapa pengadilan seperti menganggap Saka kenal dengan Pegi alias Perong.
"Sehingga penyidik beranggapan bahwa Saka kenal dengan Pegi," katanya.
Sementara itu, kuasa hukum Farhat Abbas, menambahkan bahwa dengan keterangan kliennya ini diharapkan dapat membuat kasus Vina Cirebon terang benderang.
"Mudah-mudahan pemeriksaan hari ini jadi titik terang," ungkapnya.
Diketahui, tiga rekan Pegi Setiawan sebelumnya masing-masing Suharsono atau Bondol, Suparman, dan Ibnu juga telah diperiksa di Polda Jabar pada Jumat (31/5/2024).
Selain ketiganya, muncul nama saksi baru, yakni Yadi ditambah Robi Irawan adik Pegi yang juga menyusul diperiksa Polda Jabar.
Saat itu, Toni RM, kuasa hukum keluarga Pegi mengatakan, saksi-saksi itu dimunculkan untuk melengkapi keterangan tiga rekan kerja Pegi yang sudah diperiksa penyidik.
Dengan kesaksian ini, pihaknya diharapkan dapat menguatkan fakta bahwa Pegi benar-benar ada di Bandung saat kejadian pembunuhan Vina dan Eky tahun 2016 lalu.
Saka Kenal Pegi Setiawan
Saka Tatal mengaku mengenal Pegi Setiawan yang bekerja sebagai kuli bangunan.
Meski kenal, Saka mengaku tak pernah bertemu empat mata dengan Pegi Setiawan lantaran usia mereka terpaut jauh.
"Kalau Pegi yang sekarang hanya sekadar kenal karena tetangga desa."
"Kalau main bareng saya gak pernah, karena beda angkatan. Saya gak pernah main bareng," ucapnya, Minggu (2/6/2024), dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Saka tak mengetahui keberadaan Pegi Setiawan saat kasus pembunuhan terjadi.
Ia hanya mengetahui Pegi Setiawan bukan anggota geng motor.
"Ya ga tahu, orang kejadiannya aja saya gak tahu," sambungnya.
Diketahui, Saka Tatal membantah terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan mengaku sebagai korban salah tangkap.
Saka divonis 8 tahun penjara lantaran saat kejadian masih di bawah umur.
Terkait keterlibatan Pegi Setiawan dalam kasus ini, Saka mengatakan foto DPO yang ditunjukkan polisi kepadanya berbeda dengan Pegi Setiawan.
Dua bulan sebelum Pegi Setiawan ditangkap, personel Polres Cirebon dan Polda Jabar mendatangi rumah Saka.
"Berapa hari kemudian ada Pegi Setiawan yang ditangkap. Padahal saya lihat foto itu beda jauh," tukasnya.
Wajah Pegi yang ditangkap terlihat kusam lantaran bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan Pegi yang ada dalam foto DPO berwajah bersih.
"Ciri-cirinya tuh dari muka sama dari telinga sudah berbeda. Telinga kanan piercing-an, bolong. Itu beda."
"Ada, rambutnya keriting (versi foto Pegi dari polisi). Tapi Pegi yang sekarang, beda jauh sama dengan foto yang diberikan oleh pihak kepolisian," tuturnya.
Ketika ditanya, identitas para DPO, Saka mengaku tidak kenal dan tidak terlibat pembunuhan yang terjadi pada 2016 silam.
"Saka jelasin semuanya, kalau Saka enggak ngelakuin."
"Saka jawab enggak kenal. Kalau Saka enggak kenal kan mau jawab apa?" ucapnya.
Saka Tatal Tantang Melmel Bertemu, Emosi Dituduh Terlibat Kasus Vina Cirebon
Makin panas. Saka Tatal tantang Melmel bertemu. Emosi dirinya dituduh terlibat kasus Vina Cirebon.
Munculnya Melmel membuat salah satu eks terpidana kasus Vina Cirebon, Saka Tatal meradang.
Hal itu dikarenakan Saka Tatal dituding Melmel terlibat pembunuhan Vina dan Eky.
Kini Saka Tatal menantang Melmel bertemu dengannya empat mata.
Melmel mengaku melihat sendiri bagaimana peristiwa pembunuhan itu terjadi 8 tahun silam.
Hal itu terungkap ketika Melmel buka suara di sebuah acara di TV One.
"Ada di antara wajah para pelaku itu yang dipenjara saat ini 8 orang," ujar pemandu acara.
"Ada bu," jawab Melmel.
"Termasuk Saka Tatal," tanya pemandu acara itu.
"Saka Tatal ada," jawabnya.
Bahkan, Melmel tanpa takut mengaku bisa mempertanggungjawabkan kesaksiannya.
"Saya bisa mempertanggungjawabkan bu. Saka Tatal, terus yang saya tahu si Ucok, siapa namanya panggilannya di geng motor saya enggak tahu," jelasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Saka Tatal tak terima dengan tudingan Melmel.
Ia marah lantaran tudingan itu bohong belaka.
Saka pun siap dipertemukan dengan Melmel.
Menurut Saka, Melmel tidak tahu peristiwa yang sebenarnya terjadi dan lebih baik tak menyebarkan kebohongan.
"Kalau orang enggak tahu tuh, lebih baik diem. Enggak usah sok-sokan tahu."
"Yang saya alamin nih fakta kenyataan yang saya alamin. Bukan rekayasa," katanya dalam acara Menyingkap Tabir di TV One pada Senin (3/6/2024).
Ia menegaskan bahwa saat kejadian pembunuhan itu, Saka berada di rumah sang paman, Sadikun.
Saka pun mengaku tak mengenal sosok Melmel.
"Ada di rumah paman saya yang bernama Sadikun," tambahnya.
Selain membantah tudingan Melmel, Saka telah membeberkan peristiwa yang terjadi pada tahun 2016 kepada pihak Komnas Ham, termasuk saat dirinya mengalami penyiksaan.
(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com/Tribun-Medan.com)

Posting Komentar
Posting Komentar